Kenali Penyebab dan Gejala Malaria, dan Ketahui Juga Cara Pencegahannya

Kenali Penyebab dan Gejala Malaria, dan Ketahui Juga Cara Pencegahannya
Kenali Penyebab dan Gejala Malaria, dan Ketahui Juga Cara Pencegahannya


Malaria merupakan penyakit infeksi serius yang menyebar melalui gigitan nyamuk, dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan jika tidak segera didiagnosa dan ditangani dengan cepat, bahkan dapat menyebabkan kematian.


Penyakit ini biasanya terjadi pada daerah tropis yang panas dan lembab, seperti Afrika, Amerika Tengah, Eropa Timur, Kepulauan Pasifik, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.


Meskipun dapat menyerang siapa saja, namun individu dengan risiko lebih tinggi adalah ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.


Kenali Apa Saja Gejala Malaria dan Apa Penyebabnya!


Gejala Malaria

Dilansir dari berbagai sumber, malaria dapat menimbulkan berbagai gejala dan tanda, mulai dari ringan hingga parah. Gejala malaria meliputi:

  1. Demam
  2. Menggigil
  3. Sakit kepala
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Diare
  7. Berkeringat berlebihan
  8. Nyeri perut
  9. Nyeri otot dan sendi
  10. Kelelahan dan mengantuk
  11. Pernapasan cepat
  12. Detak jantung cepat
  13. Batuk
  14. Sakit tenggorokan
  15. Kesulitan bernapas
  16. Kejang
  17. Anemia
  18. Gagal ginjal
  19. Kulit atau mata kuning


Penyebab Malaria


Malaria disebabkan oleh parasit bersel tunggal dari genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Siklus penularan dimulai ketika nyamuk yang belum terinfeksi menghisap darah dari seseorang yang telah terinfeksi malaria. Nyamuk tersebut kemudian terinfeksi dan dapat mentransfer parasit ke orang lain saat menggigitnya.


Setelah masuk ke tubuh manusia, parasit akan bergerak ke hati dan, pada beberapa jenis parasit, mengalami fase dormansi selama satu tahun. Ketika parasit dewasa, parasit keluar dari hati dan menginfeksi sel darah merah, menyebabkan munculnya gejala malaria.


Empat jenis parasit malaria yang dapat menginfeksi manusia adalah Plasmodium vivax, P. ovale, P. malariae, dan P. falciparum. Jenis P. falciparum dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dengan risiko kematian yang lebih tinggi.


Selain melalui nyamuk, malaria juga dapat ditularkan melalui darah yang terinfeksi, seperti dari ibu ke janin saat hamil, melalui transfusi darah, atau dengan berbagi jarum atau syringe, meskipun hal tersebut jarang terjadi.


Pencegahan Malaria

Langkah-langkah pencegahan malaria melibatkan konsultasi dengan dokter beberapa bulan sebelum perjalanan ke daerah endemis malaria. Beberapa tindakan pencegahan meliputi:


  1. Lindungi kulit dengan memakai celana panjang dan baju berlengan panjang, serta menyelipkan ujung celana ke dalam kaos kaki. 
  2. Gunakan penolak serangga pada kulit, terutama yang mengandung DEET, picaridin, IR3535, minyak lemon eukaliptus , para-menthane-3,8-diol (PMD), atau 2-undekanon. Hindari pemakaian langsung di wajah dan jangan dipakai pada anak di bawah 3 tahun.
  3. Oleskan penolak serangga pada pakaian, terutama yang mengandung permetrin.
  4. Tidur di bawah kelambu tidur, khususnya yang telah dipakaikan insektisida seperti permetrin.
  5. Konsumsi obat pencegahan sesuai petunjuk dokter, sebelum, selama, dan setelah perjalanan.


Itulah penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan malaria. Gejala bisa muncul setelah dua minggu dan mirip dengan gejala flu. 


Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال